F.A.Q

Q : Setelah implementasi SPAN apakah masih diperlukan supervisor di KPPN dan apa saja tugas-tugasnya ? 
A : Supervisor dengan tugas yang sekarang tidak diperlukan, namun masih diperlukan untuk mendukung hal lain, misalnya mendukung service desk sebagai perpanjangan tangan service desk dalam penyelesaian permasalahan terkait SPAN 

 

Q : Apakah nanti saat pelaksanaan SPAN, aplikasi yang digunakan tidak menggunakan metode tambal sulam seperti yang selama ini terjadi? Mengingat yang terjadi sekarang ini adalah terjadi beberapa kali update aplikasi saat ditemukan kekurangan dalam menjalankan suatu aplikasi baik itu aplikasi di KPPN ataupun di satuan kerja.
A :

Update aplikasi masih dimungkinkan dan tidak dapat dielakkan mengingat proses bisnis dan perubahan organisasi yang terus berubah dan berkembang. Tetapi mengingat SPAN merupakan aplikasi berbasis web, maka update aplikasi bukan merupakan tanggung jawab dari klien (KPPN dan Kanwil) sehingga bila ada update yang melakukan adalah admin SPAN yang ada di Jakarta sedangkan klien akan terima apa adanya.

 

Q : Bagaimana tingkat keamanan TI SPAN  mengingat dunia perbankan dengan tingkat sekuritas yang tinggi pun datanya masih bisa dibobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab? Perlu dicatat juga bahwa perbankan pun mengaplikasikan penggunaan PIN serta TOKEN yang dalam wacana yang beredar akan diadopsi juga oleh SPAN
A :

 

Keamanan dalam transaksi keuangan secara online merupakan syarat mutlak yang harus diperhatikan. Berikut upaya pengamanan pada SPAN

a) Pengamanan Data

·  User yang menggunakan SPAN tercatat secara lengkap datanya, sehingga semua transaksi yang dilakukan oleh user tersebut akan tercatat secara detail dan apabila terjadi fraud akan mudah dilakukan pelacakan siapa user yang telah melakukan fraud tersebut.

·  Proses melakukan transaksi akan dilakukan proses approval yang bertahap, sehingga kesalahan input selama transaksi akan tereliminasi seminimal mungkin dan bila salah satu user melakukan kesalahan dapat dikoreksi oleh user lain yang tingkatan lebih tinggi.

·  Data input yang berasal dari SATKER juga dilakukan pengamanan. Semua data yang berasal dari SATKER akan disertakan dengan PIN Pejabat sebagai pengganti tanda tangan dan divalidasi terlebih dahulu sebelum masuk ke SPAN sehingga dapat dijamin bahwa data yang diterima dari SATKER benar-benar berasal dari SATKER yang benar dan telah disetujui oleh pejabat yang berwenang.

b) Pengamanan Jaringan

·  Jaringan SPAN akan disediakan secara khusus dan terpisah dari jaringan yang ada serta didedikasikan hanya untuk SPAN sehingga akan ada jaminan tidak ada penyusup dalam jaringan SPAN.

 

Q : Apakah jaringan internet yang digunakan jaringan pusintek saat ini, mengingat di Sungai Penuh koneksi internet lemah?
A : 

Jaringan internet yang akan digunakan oleh SPAN akan disediakan yang baru dan sepenuhnya didedikasikan untuk jaringan SPAN. Bilamana ada kejadian yang luar biasa dan jaringan SPAN benar-benar tidak dapat digunakan akan disediakan juga jaringan internet secara dial up sebagai Bussines Contigency Plan (BCP) SPAN. Disamping itu, jaringan Pusintek yang sekarang ada pada KPPN juga dapat digunakan sebagai BCP bila jaringan SPAN mengalami gangguan.

 

Q :      Kemampuan IT (SDM) apa saja yang dibutuhkan dalam penerapan SPAN? 
A :

Penerapan SPAN dituntut SDM yang mengerti TI, oleh karena itu untuk mendukung SPAN akan disediakan pelatihan-pelatihan berkenaan dengan TI maupun proses bisnis SPAN, sehingga diharapkan pada saat SPAN diterapkan semua SDM DJPb baik pusat maupun di daerah akan siap bekerja menggunakan SPAN.