F.A.Q

 

Q : Bagaimana Prosedur/tata cara pelaporan setelah adanya SPAN?

 

 A :  Tata cara pelaporan setelah adanya SPAN akan mengalami sedikit perbedaan karena adanya penerapan basis akrual. Dengan system SPAN yang menggunakan single database, KPPN tidak harus mengirimkan data GL ke Kantor Wilayah dan Kantor Pusat sehingga pelaporan tingkat KPPN, Kanwil dan Kantor pusat mengacu pada satu database, yaitu database SPAN. Kebutuhan data laporan tingkat Kanwil dan Kantor Pusat difasilitasi dengan pemberian akses ke database SPAN sesuai dengan lingkup kewenangannya.

Format dan Jenis Pelaporan akan ada penambahan karena penerapan basis Akrual dalam penyusunan laporan.

Pelaporan dalam system SPAN juga menggunakan konsep User Defined Reporting yang memungkinkan pengguna mendisain sendiri format pelaporan sesuai dengan kebutuhannya. Konsep ini digunakan untuk pelaporan yang sifatnya ad hoc, tidak terstandar dan tidak rutin.

 

 

 

 

QBagaimana tingkat efisiensi pengalokasian anggaran bagi tiap2 satker?
ATergantung pembahasan antara Eselon I masing-masing satker dengan Direktorat Jenderal Anggaran

 

QApakah KPPN nantinya masih menyimpan dokumen DIPA?
AUntuk sementara (saat ini), KPPN masih menyimpan dokumen DIPA

 

QApakah DIPA masih tetap disampaikan ke KPPN dan satker?
A

- Hard copy DIPA masih disampaikan ke KPPN dan satker

- Softcopy, untuk KPPN tidak diberikan karena KPPN dapat langsung mengakses ke SPAN. Sedangkan untuk satker tetap diberikan soft copy 

 

Q Siapakah yang bertanggungjawab dalam peng-entry-an data awal pagu DIPA?
A Berdasarkan ADK RKAKL Final dari Es I, data awal pagu DIPA di satker akan di entry satker, data dikirim ke DJPBN, dimasukkan ke SPAN dan akan dicheck dengan DB SPAN, jika sesuai akan masuk DB SPAN. Jika 2 digitnya beda maka akan dikembalikan ke satker untuk perbaikan.