Training SPAN untuk Kanwil DJPB

Petik gitar dendangkan lagu

Gitar dipetik suaranya merdu

Mari tetap bersatu padu

Untuk SPAN jaya selalu

 

Itulah satu pantun motivasi yang disampaikan Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Yuniar Yanuar Rasyid dalam pembukaan “Training SPAN untuk Kanwil DJPB tahun 2015”. Acara yang ditunggu-tunggu user SPAN Kanwil telah dilaksanakan pada tanggal 3-6 Juni 2015 di Training di Treasury Learning Center (TLC) Jalan Wahid Hasyim Jakarta.

 

Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut diantaranya Kabid Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (PAPK), Kabid Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal (SKKI), 1 orang Kasi dan 1 orang staf pada Bidang PAPK Kanwil DJPB.  Kegiatan pelatihan itu juga diikuti oleh 20 orang staf dari Direktorat APK Kantor Pusat DJPB.

 

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu materi untuk seluruh peserta, materi untuk Kabid PAPK dan Kabid SKKI, serta materi untuk Kasi dan Staf PAPK.  Materi untuk Bidang PAPK Kanwil DJPB meliputi pemahaman terhadap proses bisnis SPAN dengan menitikberatkan pada materi konsep penyusunan laporan keuangan dalam SPAN, prosedur penyusunan LK BUN 2015 dan analisis atas laporan keuangan.  Hal ini merupakan bentuk persiapan penyusunan Laporan Keuangan semester I Tahun 2015.  Materi untuk Bidang SKKI Kanwil DJPB berupa pemahaman seluruh proses bisnis SPAN yang diperlukan dalam pembinaan KPPN antara lain materi tentang pembinaan KPPN dari Bagian OTL Setditjen PBN, Online Monitoring SPAN dan diskusi panel seluruh modul dalam SPAN. Khusus untuk seluruh peserta dari Bidang PAPK Kanwil DJPB, selain materi teori juga diberikan materi berupa hands on aplikasi SPAN.  Untuk peserta dari Direktorat APK, materi lebih bersifat refreshment training SPAN yang dimaksudkan untuk meningkatkan kembali pemahaman peserta terhadap proses bisnis dan aplikasi SPAN khususnya dalam rangka penyusunan laporan keuangan.

 

Sebagaimana harapan Direktur APK, dengan penyerapan materi pelatihan yang komprehensif, dan didukung niat yang baik serta semangat kerja keras, maka hasilnya pun akan menjadi lebih baik.  Hasil training yang diharapkan adalah Kanwil DJPB pun dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas fungsinya melakukan pembinaan terhadap KPPN untuk memastikan implementasi SPAN berjalan dengan baik. (tdp)

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 2 (4 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

Penyempurnaan Usaha Sistem Akuntansi serta Pelaporan dalam SPAN

System pencatatan SAI terbagi dalam SAKPA serta SIMAK BMN
Belumlah ada output pada Bagan Akun Standar
Belumlah ada manajemen komitmen
Laporan berbasiskan Kontan Toward Accrual
Laporan Manajerial disusun dari database berlainan
Belumlah ada Laporan Keuangan berbasiskan GFS
Rekonsiliasi neraca keuangan dengan face to face
Belumlah ada integrasi Lap Kemampuan serta LK
Database yang terpisah antar KPPN, Kanwil serta Kantor Pusat DJPBN

FUTURE

Satu system akuntansi dengan dua pencatatan : akrual serta kas
Susunan Bagan Akun Standard memasukkan info output
Mengaplikasikan manajemen komitmen
Laporan berbasiskan Akrual
Laporan Manajerial disusun dari satu database
Inisiasi, sholawat nabi Laporan Keuangan berbasiskan GFS
Rekonsiliasi neraca keuangan berbasiskan internet
Integrasi Lap Kemampuan serta LK
Pemakaian Single Database dalam pelaporan BUN

Tujuan yang Menginginkan Diraih SPAN

Otomatisasi sistem operasional penganggaran serta perbendaharaan ;
Meningkatan kehandalan sistem penganggaran serta pengelolaan kas, aset serta utang pemerintah ;
Tingkatkan efisiensi service pada Kementerian/Instansi, orang-orang serta perbankan ;
Tingkatkan akuntabilitas lewat pengaturan serta penyajian LK yang lebih komprehensif, ayat kursi akurat serta pas saat ;
Sediakan sarana rekonsiliasi yang andal, akurat dan pas saat pada pemerintah serta perbankan ;
Sediakan jejak audit (audit trail) ;
Mengintegrasikan data pada beragam sub system manajemen keuangan pemerintah.

Maksud SPAN

Tingkatkan efisiensi, dampaktivitas, akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan biaya serta perbendaharaan negara, Menyempurnakan sistem usaha serta pemakaian tehnologi info keuangan negara yang terintegrasi, doa sholat dhuha Memberi info yang komprehensif serta pas saat mengenai tempat keuangan pemerintah pusat.
Mempermudah pengambilan ketentuan dalam manajemen keuangan pemerintah.

Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara

Sekarang ini Kementerian Keuangan tengah meningkatkan satu System besar yang juga akan kita kenal nanti dengan nama System Perbendaharaan serta Biaya Negara (SPAN). Tersebut adalah sepintas overview mengenai SPAN :

System Perbendaharaan Biaya Negara (SPAN) adalah System Info yang memadukan fungsi-fungsi, seperti Rencana Biaya, Proses Biaya, Manajemen Kas, asmaul husna Akuntansi & Pelaporan dalam satu system aplikasi.

System Info Keuangan Negara yang Terintegrasi :

– Mendokumentasikan tiap-tiap transaksi keuangan serta mensupport penyajian neraca keuangan serta managerial
– Di desain dengan rekanan yang baik pada penentuan software, hardware, SDM, prosedur, kontrol, serta data
– Operasi terotomasi dengan penuh dan bermuara pada database yang terpusat.

Training Para “Suhu”, Bukan Training Biasa

Berada di Aula KPPN Jakarta II (20/8), sekurang-kurangnya 80 pegawai berkumpul untuk ikuti pembukaan aktivitas Training for SPAN Master Trainer (TMT). Training diadakan manfaat membuat master trainer (Suhu) yang kuasai lintas modul SPAN hingga dapat jadi trainer andalan.

“Training beberapa Suhu ini bukanlah training yang “biasa”, pertukaran pengetahuan serta info pada Suhu yang satu dengan Suhu yang beda juga niat sholat tarawih akan begitu diinginkan, ” ungkap Bobby A. A Nazief, Staf Spesial Menteri Keuangan Bagian TI. Selanjutnya, dalam pembukaan itu, Bobby menginginkan training TMT ini juga akan jadi arena untuk beberapa Suhu dalam memperkaya penguasaan pengetahuan mengenai SPAN tersebut.

Beberapa Suhu datang dari pegawai dipilih yang sudah ikuti aktivitas UAT SPAN dari Ditjen Perbendaharaan ataupun Satker BA 999 lingkup Kementerian Keuangan. Mereka dibagi dalam empat kelas, yakni kelas KPPN/Kanwil, PKN, APK, serta BA 999.

Training diberi dengan memakai rencana “dari kita untuk kita” serta dilangsungkan sepanjang tiga hari, dari tanggal 21 s. d 23 Agustus, di Aula Dit. Transformasi Perbendaharaan. Beberapa Suhu diberi dengan materi sistem usaha yang sesuai sama kelasnya semasing serta dilanjutkan dengan praktik aplikasi dengan segera (Hands On Aplikasi SPAN).

Meskipun dengan saat yang cukup singkat, diinginkan beberapa Suhu dapat untuk sama-sama mengasah diri dan meningkatkan pengetahuannya mengenai SPAN yang tercakup dalam semua modul SPAN. Sesudah training selesai, beberapa Suhu nanti juga akan jadi trainer pada end user training unit piloting ataupun dalam proses Training of Trainer. Terutama beberapa Suhu yang tergabung dalam kelas KPPN/Kanwil, pada akhir minggu lantas, segera terjun dalam proses Training End User KPPN Jakarta II

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi, pagu biaya untuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tertuang dalam Rancangan Biaya Pendapatan serta Berbelanja Negara (R-APBN) 2018 menjangkau Rp45, 7 triliun, naik 12 % dari pagu biaya dalam APBN 2017 sebesar Rp40, 77 triliun.

Menurut Sri Mulyani, penambahan pagu biaya di th. depan sudah sesuai sama keperluan pendanaan beberapa program prioritas nasional serta program kementerian yang lain.

" Kami tetaplah pakai untuk prioritas nasional, yang terkait dangan Kemenkeu, yakni sholat jenazah untuk meningkatkan investasi serta memantapkan pembangunan infrastruktur, " ucap Sri Mulyani di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (14/6).

Mengenai program prioritas nasional Kemenkeu th. depan, yakni membuat rancangan kebijakan cukai hasil tembakau, penyesuaian regulasi di Lokasi Ekonomi Spesial (KEK), pengaturan rancangan regulasi kebijakan bea masuk dijamin pemerintah, dan pengembangan industri Daya Baru Paling barukan (EBT) serta konservasi daya pengaturan regulasi insentif pajak untuk industri dalam negeri penggerak EBT.

Lantas, perumusan system penyaluran subsidi serta dana pertolongan sosial (bansos), perumusan kebijakan serta implementasi hubungan keuangan pusat serta daerah dan ketentuan proses, revisi Undang-undang (UU) Nomor 28 Th. 2009 mengenai Pajak Daerah serta Retribusi Daerah, serta reformulasi kebijakan serta pengelolaan dana desa.

Lalu, penambahan kemampuan sumber daya manusia (SDM) aparatur pengelolaan dana desa, pengaturan regulasi sarana pajak serta bea cukai dalam MEA, modernisasi system info Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk multichannel e-services di bagian perpajakan, penambahan kemampuan aplikasi serta hardware span, saktim MPN, dan implementasi sakti pada semua Kementerian/Instansi (K/L).

Mengenai pagu biaya itu terdiri atas keperluan operasional sebesar Rp25, 5 triliun serta non-operasional sebesar Rp20, 2 triliun. Untuk biaya non-operasional terbagi dalam keperluan non-operasional sebesar Rp7, 182 triliun, non-operasional termasuk juga Tubuh Service Umum (BLU) sebesar Rp12, 97 triliun, serta hibah luar negeri Rp35, 9 miliar.

" Pagu indikatif ini berdasar pada semasing peranan. Untuk peranan service umum sebesar Rp43, 7 triliun serta peranan pendidikan Rp1, 9 triliun, " tambah Sri Mulyani.

Sesaat, dengan pos direktorat, pagu biaya ditujukan untuk ; Direktorat Jenderal (Ditjen) Biaya sebesar Rp166, 58 miliar, Ditjen Pajak Rp6, 82 triliun, Ditjen Bea serta Cukai (DJBC) Rp3, 24 triliun, Ditjen Perimbangan Keuangan Rp134 miliar, serta Ditjen Pengelolaan Pembiayaan serta Resiko (DJPPR) Rp131, 55 miliar.

Lalu unruk Ditjen Perbendaharaan Rp12, 5 triliun, Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) Rp872, 91 miliar, Tubuh Pendidikan serta Kursus Keuangan (BPPK) Rp671, 71 miliar, serta Tubuh Kebijakan Fiskal (BKF) Rp157, 41 miliar.

" Pagu indikatif Kemenkeu yang diusulkan Rp45, 7 triliun. Berdasar pada sumber dana, rupiah murni Rp32, 7 triliun, BLU Rp12, 9 triliun, BHLN Rp 35, 9 miliar, " kata Sri Mulyani.

ok

seandainya pada dinding area yg gelap ada lubang kecil jadi pada bagian dalam area kamera dslr itu bakal terefleksikan panorama di luar area dengan cara terbalik melalui lubang barusan. Mo Ti lah orang pertama yg sadari fenomena itu yg dimaksud dengan kamera obscura. Andaikan anda seseorang potografer,

apakah anda dapat menjawab andaikan seorang ada yg menanyakan “bagaimana peristiwa camera canon 600d itu? ” Berapa zaman lantas, banyak ilmuwan yg sadari serta memuji fenomena itu, seperti Aristoteles pada zaman ke 3 SM serta seseorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada zaman ke 10 SM.

bentuk persiapan pengaturan Laporan

Hal semacam ini adalah bentuk persiapan pengaturan Laporan Keuangan semester I Th. 2015. Materi untuk Bagian SKKI Kanwil DJPB berbentuk pemahaman semua sistem usaha SPAN yang dibutuhkan dalam pembinaan KPPN diantaranya materi mengenai pembinaan KPPN dari Sisi OTL Setditjen PBN, On-line Monitoring SPAN serta diskusi panel semua modul dalam SPAN puasa muharram

Internet

UseeTV dibangun oleh PT Telekomunikasi Indonesia jadi usaha untuk memberi pengalaman baru untuk orang Indonesia untuk nikmati hiburan lewat Internet. Terkecuali menghidangkan 23 channel TV pilihan, tv online UseeTV juga menghidangkan live streaming untuk melihat segera sebagian moment yang diselenggarakan oleh Telkom, streaming sebagian radio populer di Indonesia, serta melihat film.

Bagikan Artikel Ini :

IT - Kecepatan Akses

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.