Sekelumit Mengenai "Incidents" Selama Proses Pengembangan SPAN

Pengertian dan Definisi

Dalam sebuah proses pengembangan sebuah sistem informasi khususnya aplikasi, dapat dipastikan akan ditemukan adanya ketidakcocokan baik antara fitur yang dikembangkan oleh developer aplikasi dengan proses bisnis yang ada maupun ketidakcocokkan antara fitur yang dikembangkan dengan keinginan dari business owner.

Selain akan ditemukan ketidakcocokkan, dalam proses pengembangan aplikasi dapat dipastikan juga akan ditemukan sebuah fungsi yang telah dikembangkan developer ternyata tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Semua hal terkait ketidakcocokkan maupun ketidaksempurnaan aplikasi yang telah dikembangkan dalam proses pengembangan, dapat kita namakan sebagai insiden (incident).

Terdapat dua penjabaran mengenai incident yang mungkin saja terjadi dalam proses pengembangan aplikasi, yaitu:

1.       Defect

Defect dapat diartikan sebagai ketidaksempurnaan dari aplikasi yang telah dikembangkan oleh developer, baik dalam hal berfungsi atau tidaknya fitur aplikasi tersebut maupun sesuai atau tidaknya fitur aplikasi yang dikembangkan dengan proses bisnis yang ada.

Dalam KMK 10/KM.5/2013 tentang Tim Manajemen Uji Coba oleh Pengguna (User Acceptance Test Management Team) Dalam Rangka Persiapan Implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara dijelaskan beberapa tingkat keparahan (severity) dari defect yang mungkin terjadi dalam pengembangan sebuah aplikasi, adapun severity defect dipaparkan dalam tabel di bawah ini.

No

Tingkat Keparahan

Keterangan

Contoh

1.        

Show Stopper

Tidak dapat dilanjutkan dengan pengujian yang bermakna karena defect

 

Aplikasi tidak dapat melanjutkan proses dikarenakan kesalahan atau masalah :

  1. Kesalahan atau kerusakan mengakibatkan proses bisnis berhenti tanpa solusi
  2. Aplikasi gagal menghasilkan data transaksi/master dengan data yang tepat :
  • Logika program tidak dapat membuat Kuitansi/Tagihan
  • Logika program tidak dapat menghasilkan sebuah supplier

2.        

High

Masalah dengan proses atau output keuangan

 

  1. Kesalahan atau kerusakan mengakibatkan proses bisnis berhenti tetapi dengan solusi
  2. Data transaksi/master dihasilkan dengan nilai keuangan yang tidak terduga atau tidak bermakna, seperti :
  • Ketidakseimbangan, sebagai contoh, jumlah debit dan kredit tidak sama
  • Supplier/Nasabah, Tanggal GL atau NPWP tidak benar
  • Rekonsiliasi/ Aplikasi Kas/Penyesuaian tidak benar

3.        

Medium

 

Masalah dengan aliran layar atau informasi

Laporan atau layar berisi data yang tidak terduga(data out of range)

Beberapa nilai non moneter atau non utama adalah proses yang salah

4.        

Low

 Masalah pada estetika, tata letak

  • Ukuran font atau panjang nilai lebih panjang daripada ukuran kolom
  • Ejaanatau kalimat yang salah
  • Pesan Custom Error tidak tepat
  • Jumlah atau tanggal yang diperlihatkan berbeda notasi dengan definisi dalam laporan atau permintaan
  • Data yang diperlihatkan berbeda dengan perintah atau panjang dengan definisi dalam laporan atau permintaan

5.        

Very Low

Bagus untuk dimiliki

  • Formulir atau laporan mencantumkan logo
  • Mengurangi alur langkah-langkah
  • Warna kolom dan huruf


 

Selain tingkat keparahan, dalam penanganan defect juga dikenal beberapa istilah yang menggambarkan bagaimana penanganan defect yang ada. Sesuai dengan KMK 10/KM.5/2013 tentang Tim Manajemen Uji Coba oleh Pengguna (User Acceptance Test Management Team) Dalam Rangka Persiapan Implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara disebutkan proses pencatatan penanganan defect adalah sebagai berikut.

Status Defect

Keterangan

Yang melakukan update

Baru (new)

Defect baru atau permintaan perubahan diidentifikasi

Penguji (Anggota Tim Penguji Kementerian Keuangan

Diajukan (submitted)

Defect atau permintaan perubahan yang telah dikonfirmasi oleh PIC dan FC.

PIC

Selanjutnya akan ditentukan

(To Be Determined)

Tipe dan status masalah pengujian perlu ditentukan melalui eskalasi ke Tim Resolusi dan Simpulan

PIC jika eskalasi dilakukan selama STEP 2:

Ketua Tim Penguji – Penyedia apabila eskalasi dilakukan selama STEP 4: Analisa defect/PermintaanPerubahan

Permintaan Perubahan Disetujui (CR Approved)

Permintaan perubahan disetujui oleh Tim Resolusi dan Simpulan

Tim Resolusi dan Simpulan

Dihilangkan (Dropped)

Defect atau permintaan perubahan dihilangkan oleh PIC dan FC atau Tim Resolusi dan Simpulan.

PIC untuk defect /permintaan perubahan dihilangkan dengan persetujuan dengan FC

Manajer Pengembangan – Penyedia untuk defect/permintaan perubahan yang dihilangkan oleh Tim Resolusi dan Simpulan

Ditangguhkan (deferred)

Defect atau permintaan perubahan ditangguhkan oleh Tim Resolusi dan Simpulan

Ketua Tim Pengujian - Penyedia

Ditugaskan (Assigned)

Defect atau permintaan perubahan yang telah diajukan sebelumnya oleh Ketua Tim Pengujian – Penyedia untuk diperbaiki/dikembangkan

Ketua Tim Pengujian - Penyedia

Diperbaiki (Fixed)

Defect atau permintaan perubahan yang telah ditugaskan sebelumnya telah diperbaiki oleh Pengembang Penyedia.

Pengembang (Anggota Tim Pengujian - Penyedia)

Dikerjakan kembali (rework)

Defect yang telah diperbaiki atau permintaan peubahan yang telah dikembangkan ditolak oleh Penguji setelah pengujian dijalankan kembali. Pengerjaan kembali diperlukan.

Penguji

Diselesaikan (closed)

Defect yang telah diperbaiki atau permintaan perubahan yang telah dikembangkan berhasil diuji oleh penguji.

Penguji

 

 

2.       Change Request

Change Request adalah kondisi di mana fitur aplikasi yang telah selesai dikembangkan oleh developer dan telah sesuai dengan proses bisnis yang ada namun business owner melakukan permintaan beberapa perubahan atas fitur yang telah selesai dikembangkan tersebut. 

Berbeda halnya dengan defect, pada change request tidak terdapat tingkatan keparahan, yang ada hanya berupa prioritas atau tidak prioritas untuk segera dikerjakan oleh developer.

 

Oleh : Eko Supristiowadi - Pranata Komputer di DTP

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 2.5 (8 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

Terimakasih

Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara

SPAN jadi komponen paling besar modernisasi pengelolaan perbendaharaan negara dengan memfasilitasi keperluan sistem service dari mulai bagian hulu (penganggaran) sampai hilir (pengaturan neraca keuangan pemerintah pusat). SPAN yaitu system aplikasi yang berada di lingkungan Kemenkeu serta untuk mensupport otomatisasi system dari pemakai biaya yang berada di tiap-tiap Kementerian Negara/Instansi. SPAN meningkatkan rencana database yang terintegrasi dengan otomatisasi sistem usaha untuk meminimalkan kekeliruan input manual SPAN terdiri jadi enam modul, yakni : Modul Manajemen DIPA (Spending Authority), Modul Manajemen Prinsip (Biaya Commitment), Modul Pembayaran (Payment), Modul Penerimaan (Government Receipt), Modul Manajemen Kas (Kontan Management), serta Modul Akuntansi serta Pelaporan (General Ledger & Accounting).

Ditjen Perbendaharaan, dengan Ditjen Biaya serta Pusat Info serta Tehnologi (Pusintek) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, meningkatkan SPAN dengan merujuk pada sebagian negara maju yang sudah berhasil mengaplikasikan program semacam, contoh : Australia, Amerika, serta Kanada, namun masih tetap memerhatikan kekhasan budaya serta sistem yang berada di Indonesia.

Pengembangan serta implementasi SPAN jadi satu diantara sisi dari usaha perolehan visi Ditjen Perbendaharaan untuk jadi pengelola Perbendaharaan Negara yang unggul di tingkat dunia. Bahkan juga, SPAN sempat jadi satu diantara agenda kajian pada APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) pada th. 2013 serta jadi satu diantara referensi beragam Negara beda agar bisa meningkatkan program semacam pada negaranya masing masing.

Mengingat luasnya cakupan lokasi operasional SPAN serta efisiensi pengerjaannya, Aplikasi SPAN sesudah dikerjakan User Acceptance Test (UAT-uji cobalah oleh pemakai) sepanjang dua bln. mulai 8 April 2013, di-launching pada tanggal 19 Agustus 2013 di lingkungan Kemenkeu serta perbankan nasional dan dengan bertahap sudah dikerjakan piloting/percontohan pada Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan serta KPPN mulai sejak 2 Januari 2014.

Sekarang ini, Ditjen Perbendaharaan selalu buat kebijakan arah pengembangan transaksi di pemerintahan supaya dikerjakan dengan merujuk pada prinsip e-government. Implementasinya sudah diawali dengan e-procurement, e-filling serta e-reporting. Setelah itu, kebijakan-kebijakan itu juga akan mendukung usaha penguatan rencana go green office. Implementasi SPAN diinginkan bisa wujudkan pengelolaan keuangan negara yang profesional, terbuka, serta bertanggungjawab sesuai sama Undang-Undang Nomor 17 Th. 2003 mengenai Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 1 Th. 2004 mengenai Perbendaharaan Negara.

Program reformasi ini diinginkan bisa memberi faedah, diantaranya : (i) terdapatnya system pengendalian alokasi serta proses biaya yang efisien, (ii) terdapatnya system pengelolaan kas yang terpercaya, (iii) terdapatnya system pelaporan manajerial mengenai operasi keuangan pemerintah yang komprehensif, bisa dihandalkan, serta real time, (iv) terwujudnya bagian transisi aplikasi system akuntansi dari berbasiskan kas ke berbasiskan akrual, serta (v) terlaksananya service pada umum yang lebih efektif. Pembangunan SPAN memiliki satu maksud, yakni menuju Indonesia yang tambah baik, Salam Transformasi. tata cara sholat tasbih

ok

Camera Film, Pengertian Camera film yaitu camera ini memakai media penangkap canon eos m10 atau penyimpanan memakai film yang digulung, camera ini relatif kecil serta tdk mencolok, buat beroleh semuah gambar jadi pada camera film ini mesti lewat sistem bersihkan bikin Camera Polaroid,

Pengertian Camera polaroid yaitu camera ini pakai lembaran polaroid, segera memberikannya harga kamera nikongambar positif serta tidak butuh melaksanakan sistem bersihkan bikin. Camera TLR, Pengertian camera TLR yaitu Twin Lens Reflex atau yang umum disingkat TLR sebagai camera yang punya dua lensa dengan panjang fokal sama.

ok

Lampu Flash Pengatur speed canon 700d pengatur diafragma pengatur ISO Pengatur konsentrasi pada lensa Camera juga punya accessories yang banyak, seperti : Flash eksternal tripod Remote shutter serta yang lain. accessories

Jenis-Jenis Camera Kamera memilika beraneka macam tipe serta tipenya, tapi di sini harga kamera canon cuma dapat dikatakan tipe camera menurut mekanisme kerja serta teknologinya. Tipe camera menurut media mekanisme kerja serta teknologinya :

Bagikan Artikel Ini :

IT - Service Desk

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.