SAKTI Kembali diuji

Dimulai Senin, 28 September 2015 bertempat di Treasury Learning Center (TLC) Jakarta Pusat, tim SAKTI kembali mengadakan User Acceptance Test (UAT) SAKTI. Yaitu pengujian aplikasi yang dilakukan langsung oleh para pengguna SAKTI.

 

“Ini adalah pengujian yang berbeda dari pengujian sebelumnya, ini adalah pengujian terhadap penyesuaian-penyesuaian proses bisnis dan aplikasi yang  baru muncul pada saat proses pengembangan hingga saat ini menjelang piloting” ungkap Bapak Achmad Rinaldi Hidayat, Kasubdit Transformasi Sistem Aplikasi Direktorat Transformasi Perbendaharaan dalam sambutan pembukaannya di depan seluruh tim penguji.

 

Tim penguji yang berasal dari para user di KPPN dan Kanwil Wilayah Jakarta ini juga sudah pernah melakukan pengujian SAKTI di tahap sebelumnya. Selain sebagai penguji, mereka adalah trainer sekaligus calon pengguna SAKTI di unit masing-masing.

 

Tim penguji akan melakukan pengujian terhadap 145 skenario yang terdiri dari 851 aktivitas. Pengujian dijadwalkan hingga tanggal Skenario yang diuji adalah skenario penyesuaian yang terdiri dari penyesuaian dari proses bisnis yang belum tercakup pada proses pengembangan awal, penyesuaian berupa proses bisnis baru, dan penyesuaian berupa inisiatif-inisiatif penambahan fitur baru. Penyesuaian-penyesuaian tersebut telah lolos tahapan integration test yang selanjutnya diperlukan pengujian User Acceptance Test sebagai suatu tahapan yang harus dilewati sebelum dilakukan deployment ke dalam core aplikasi SAKTI.

Dari skenario pengujian tersebut salah satu contoh penyesuaian proses bisnis baru adalah pada modul Aset Tetap terkait PMK No.90 tahun 2014 yaitu peraturan baru mengenai mekanisme penyusutan aset tetap terhadap BMN yang telah dilakukan inventarisasi dan penilaian ulang. Sementara untuk penyesuaian akibat dari inisiatif penambahan fitur baru yang akan diuji diantaranya adalah terkait modul Bendahara terhadap pencatatan hibah kas langsung.

 

Pengujian ini merupakan tahapan yang harus dilewati sebelum implementasi. Saat ini SAKTI dalam proses pengembangan dan akan segera diimplementasikan. Dua belas satuan kerja di lingkup Ditjen Perbendaharaan sedang dipersiapkan untuk melakukan piloting, yaitu mengimplementasikan SAKTI untuk pertama kalinya. Saat ini sedang dilakukan proses migrasi dan konversi data pada kedua belas satuan kerja tersebut. (yoyon)

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 3.9 (11 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

Partner Kerja KPPN Perluutuh Mengerti

Selain itu, sudah dikerjakan juga aktivitas sosialisasi dengan semua unit kerja di lokasi pembayaran KPPN Cilacap yang dikerjakan mulai sejak Rabu (7/1) sampai Selasa (13/1). Partner Kerja KPPN butuh mengerti kalau sistem transformasi serta migrasi yang cukup besar ini juga akan membawa akibatnya karena bagian sholawat nabi
tehnis serta nonteknis. Peranan beberapa pegawai KPPN begitu diperlukan agar bisa ikut serta aktif untuk memberi pemahaman pada partner kerja serta senantiasa lakukan koordinasi dengan kantor pusat dalam hal semacam ini Direktorat Transformasi Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan hingga semuanya persoalan bisa dikerjakan dengan selekasnya.

Kantor Lokasi Ditjen Perbendaharaan Jawa Tengah

Langkah strategis yang ditempuh KPPN Cilacap selain melakukan koordinasi dengan kantor pusat Ditjen Perbendaharaan serta Kantor Lokasi Ditjen Perbendaharaan Jawa Tengah, juga melakukan End user Training serta mempraktekkan aplikasi SPAN dengan alur hands holding/pendampingan oleh Tomi Hartanto (KPPN Sinjai), asmaul husna Heri Prasetyo (KPPN Jogyakarta) serta Muh Solikhin (KPPN Wonosari). Rapat Pelajari juga dengan intensif dikerjakan dengan melibatkan tenaga pendamping untuk meng-capture masalah serta persoalan serta jalan keluar penyelesaian dan input referensi berdasar pada best practise dari KPPN yang sudah melakukan Piloting terlebih dulu.

System Perbendaharaan

Sekarang ini System Perbendaharaan serta Biaya Negara (SPAN) sudah diimplementasikan di KPPN Cilacap berbarengan dengan 77 KPPN yang lain di 16 Kanwil pada Roll Out Batch I, Kiat proses rollout SPAN dikerjakan pada awal th. 2015, diawali mulai sejak 2 Januari 2015 di mana, pada awal th. biaya, beban pekerjaan pada KPPN relatif rendah, ayat kursi, hingga cukup untuk mulai proses Rollout SPAN, meskipun pada saat awal implementasinya juga akan didapati beragam masalah serta persoalan. Dengan beragam persiapan yang lebih masak, paling tidak persoalan yang keluar juga akan dapat diminimalkan.

ciri dari camera ini relatif

ciri dari camera ini relatif kecil, lensa tidak bisa di gonta-ganti serta langkah canon 700d ambil gambarnya dengan lihat lcd dengan segera Camera Prosumer, Pengertian camera Prosumer adalah paduan PROfesional serta conSUMER.

Apabila satu kamera dikatakan sebagai jenis prosumer umumnya diikuti kekuatan harga kamera canon
point and shoot namun mempunyai feature lebih mutakhir di banding pocket kamera diantaranya seperti dipunyainya kekuatan penggunaan dengan manual.

ok

Melihat TV (Tv) yaitu satu diantara aktivitas yang dapat dikerjakan untuk isi waktu luang. Umumnya orang melihat TV segera dari satu tv online indonesia maupun lakukan streaming memakai laptop atau computer lewat website streaming film paling baik.

Bagikan Artikel Ini :

Report - LKPP

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.