Media Komunikasi Peluncuran SPAN

SPAN telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 April 2015 di Istana Negara. Agar peresmian implementasi SPAN tersebut dapat diketahui secara lebih luas, maka diperlukan program komunikasi yang efektif melalui masing-masing KPPN.

Sebagaimana surat Dirjen Perbendaharaan No.S-4165/PB/2015 tanggal 19 Mei 2015, berikut disain banner dan poster publikasi peluncuran SPAN.

https://drive.google.com/open?id=0By6O0iLtvL5AflBUZ040UDdoNGdEX2dsbm4xTmdWQldmRUZfb3dmTi1uNVZMVU81V3hnWmc&authuser=0

(silahkan download melalui link diatas).

 

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 3.1 (8 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara

Sekarang ini Kementerian Keuangan tengah meningkatkan satu System besar yang juga akan kita kenal nanti dengan nama System Perbendaharaan serta Biaya Negara (SPAN). Tersebut adalah sepintas overview mengenai SPAN :

System Perbendaharaan Biaya Negara (SPAN) adalah System Info yang memadukan fungsi-fungsi, seperti Rencana Biaya, Proses Biaya, Manajemen Kas, Akuntansi & Pelaporan dalam satu system aplikasi.

System Info Keuangan Negara yang Terintegrasi :

– Mendokumentasikan tiap-tiap transaksi keuangan serta mensupport penyajian neraca keuangan serta managerial

– Di desain dengan rekanan yang baik pada penentuan software, hardware, SDM, prosedur, kontrol, serta data

– Operasi terotomasi dengan penuh dan bermuara pada database yang terpusat

Maksud SPAN

Tingkatkan efisiensi, dampaktivitas, akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan biaya serta perbendaharaan negara.
Menyempurnakan sistem usaha serta pemakaian tehnologi info keuangan negara yang terintegrasi.
Memberi info yang komprehensif serta pas saat mengenai tempat keuangan pemerintah pusat.
Mempermudah pengambilan ketentuan dalam manajemen keuangan pemerintah.

Tujuan yang Menginginkan Diraih SPAN

Otomatisasi sistem operasional penganggaran serta perbendaharaan ;
Meningkatan kehandalan sistem penganggaran serta pengelolaan kas, aset serta utang pemerintah ;
Tingkatkan efisiensi service pada Kementerian/Instansi, orang-orang serta perbankan ;
Tingkatkan akuntabilitas lewat pengaturan serta penyajian LK yang lebih komprehensif, akurat serta pas saat ;
Sediakan sarana rekonsiliasi yang andal, asmaul husna akurat dan pas saat pada pemerintah serta perbankan ;
Sediakan jejak audit (audit trail) ;
Mengintegrasikan data pada beragam sub system manajemen keuangan pemerintah.

DAMPAK IMPEMENTASI SPAN BAGI SATKER DAN KPPN

Aplikasi system SPAN (System Perbendaharan serta Biaya Negara) oleh Ditjen Biaya serta Ditjen Perbendaharaan di banyak daerah saat ini sudah menyebabkan permasalah yang begitu besar untuk elemen berkaitan.

Persoalan paling utama ada pada lambatnya sistem pencairan, seperti pengucapan dari salah seseorang bendahara : " mengapa sesudah diterapkannya system SPAN pencairan biaya jadi begitu lambat? tuturnya berbasiskan IT, IT apa? IT kotok...?.

Bila belum juga siap janganlah jadikan kambing conge dong...? masa sesudah SPM diserahkan uang baru masuk rekening ada yang 2 minggu, 3 minggu, 1 bln., bahkan juga ada yang SP2D nya telah ada, namun uangnya tak ada direkening nyaris 1 bln. 1/2, tak ada retur juga.. " (itu uang kayanya nyangkut dahulu di pohon toge, ayat kursi apa di pohon bawang ya?, he.. he..) Diluar itu, terdapat beberapa satker yg tidak gajian dimuka bln..

S telah disiapkan belum juga IT serta SDM-nya? Banyak permasalah beda dimuka aplikasi system SPAN ini (Piloting SPAN). KPPN pusing, Bendahara pusing, Guru/Pegawai PNS banyak yang pusing, semuanya di buat pusing 12 keliling

Peluncuran Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara

Jadi bentuk prinsip Pemerintah untuk Reformasi/Transformasi Pengelolaan Keuangan Negara yang selalu digelindingkan, Kementerian Keuangan meluncurkan System Perbendaharaan serta Biaya Negara (SPAN) dan Pencanangan Th. Pembinaan Harus Pajak 2015. Pagi hari ini, peluncuran (rilis) SPAN dikerjakan segera oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara.

SPAN adalah system komputerisasi yang mengintegrasikan sebagian system yang terlebih dulu terpisah yakni system penganggaran, system proses biaya, serta system akuntansi serta pelaporan atas ucapan tahun baru proses biaya. System ini dipakai untuk penyempurnaan pengelolaan keuangan negara. Aplikasi SPAN juga akan berguna untuk memberi info yang lebih transparan tentang gerakan berbelanja pemerintah, perolehan program serta aktivitas, dan pastinya tingkatkan kwalitas pengambilan ketentuan serta kebijakan berkaitan pengelolaan APBN baik dengan nasional ataupun di semasing Kementerian Negara/Instansi. System SPAN dapat juga memberi info yang lebih komprehensif serta pas saat tentang tempat keuangan pemerintah pusat hingga mempermudah pengambilan ketentuan dalam manajemen keuangan pemerintah.

Maksud paling utama SPAN yaitu untuk tingkatkan efisiensi, dampaktivitas, akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan biaya serta perbendaharaan negara. Otomasi jadi fitur favorit dari system yang dibuat hingga tingkatkan validitas info yang dibuat. Menteri serta Ketua Instansi bisa memonitor proses biaya di semasing Kementerian Negara/Instansi lewat On-line Monitoring SPAN berbasiskan situs serta mobile piranti dengan real time. Di bagian beda, pemakai biaya bisa memantau perubahan proses biaya s/d level unit kerja, hingga bisa jadi basic untuk pengambilan ketentuan tentang penyediaan serta pemakaian sumber daya yang lebih pas, perolehan output satu aktivitas, serta perolehan hasil (outcome) satu program.

Ada banyak perbaikan pengelolaan keuangan negara yang sudah diraih diantaranya yaitu (i) kwalitas pengaturan penganggaran yang disusun oleh Kementerian Negara/Instansi jadi makin baik (aplikasi unified budgeting, performance based budgeting, serta medium-term expenditure frame-work) ; (ii) persentase penyerapan biaya Kementerian Negara/Instansi yang tambah baik dalam kurun saat satu tahun lebih paling akhir sudah diatas 95% ; serta (iii) kwalitas laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah alami perbaikan bermakna.

Untuk mensupport program serta aktivitas Kementerian Negara/Instansi dalam menjangkau bebrapa tujuan pembangunan nasional itu, Pemerintah mesti berusaha untuk penuhi keperluan berbelanja yang nyaris menjangkau Rp2. 000 triliun. Pemerintah sudah mengambil keputusan tujuan pendapatan negara, baik yang bersumber dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukanlah pajak, ataupun penerimaan hibah, sebesar Rp1. 761, 6 triliun. Dengan hal tersebut, satu diantara kiat yang dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) th. 2015 jadi Th. Pembinaan Harus Pajak 2015 yaitu mengamankan tujuan penerimaan 2015 sebesar Rp1, 295 triliun. DJP yakin bisa menjangkau penerimaan itu mengingat masih tetap ada kesempatan dalam tingkatkan penerimaan pajak, salah satunya tax ratio yang masih tetap rendah, ada Harus Pajak Orang Pribadi yang belum juga tersentuh, serta data eksternal yang juga akan rnembantu DJP untuk menjangkau tujuan penerimaan.

Pencanangan Th. Pembinaan Harus Pajak 2015 mempunyai tujuan untuk tingkatkan level kepatuhan orang-orang untuk membayar pajak. Satu diantara aspek penyebabnya rendahnya tingkat kepatuhan itu karena sebab kurang pahamnya orang-orang atas ketetapan perpajakan yang buat mereka malas daftarkan diri jadi Harus Pajak, memberikan laporan SPT, serta lakukan kekhilafan dalam pengisian SPT. Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Pajak juga akan lakukan pembinaan pada grup Harus Pajak tercatat yang sudah mengemukakan SPT ataupun yang belum juga mengemukakan SPT, dan grup orang pribadi atau tubuh yang belum juga tercatat jadi Harus Pajak. Kiat pembinaan disebut mencakup intensifikasi serta ekstensifikasi berdasar pada data pihak ke-3, diantaranya data dari PPATK, OJK, BI, BPN, Kementerian serta Instansi.

SPAN serta pencanangan Th. Pembinaan Harus Pajak 2015 ini bisa memberi sumbangan yang bernilai dalam usaha perbaikan untuk penambahan kwalitas pengelolaan keuangan negara untuk kebutuhan bangsa serta negara.

sip

Pada th. 1611 Johannes Keppler bikin rancangan camera portable yang di buat seperti kamera nikon suatu tenda, serta selanjutnya berikan nama alat itu suatu nama yang tenar sampai saat ini : kamera obscura

Kondisi dalam tenda itu benar-benar gelap terkecuali sedikit sinar yang di tangkap oleh kamera canon lensa, yang membuat gambar situasi di luar tenda diatas selembar kertas Nah seperti itulah semula histori camera, di awali dari fenomena area gelap yang ada lubang kecil.

Firstmedia

Firstmedia GO yaitu service TV streaming dari First Media. Untuk mulai nikmati service ini, Anda bisa lakukan registrasi terlebih dulu di website. Serta lalu Anda juga akan memperoleh akses dengan gratis ke tv online sebagian channel lokal serta internasional. Tetapi, Anda mesti berlangganan terlebih dulu untuk nikmati sebagian besar channel yang ada disana. Diluar itu, Firstmedia GO juga sediakan film yang bisa Anda lihat gratis.

Bagikan Artikel Ini :

IT - SAKTI

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.